Rabu, 12 Juli 2017

RAJA SALMAN MENDADAK HITZ!


BEBERAPA bulan terakhir, kedatangan Raja Salman memantik kehebohan di seantero negeri. Namun, beberapa hari ke depan, kehebohan itu, tampaknya, bakal datang dari e-KTP.
Namun, sebelum kening kita berkerut dengan kasus e-KTP, ada baiknya kita berkelana sejenak ke Nandurbar, India. Pada 29 September 2010, wilayah yang terletak di Negara Bagian Maharashtra itu menjadi saksi sejarah dimulainya proyek digitalisasi data kependudukan terbesar di dunia.
Di suatu siang yang panas dan berdebu, wajah Perdana Menteri Manmohan Singh dan Ketua Kongres Sonia Gandhi tampak berseri-seri. Di hadapan ratusan warga, mereka me-launching sekaligus menyerahkan kartu Aadhaar pertama kepada seorang perempuan bernama Ranjana Sonawme.
Sonia lantas mengutip pernyataan almarhum suaminya, perdana menteri legendaris Rajiv Gandhi, yang meyakini bahwa teknologi informasi bakal membantu warga India untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik.
Aadhaar adalah kartu identitas kependudukan dengan chip digital. Kartu itu memiliki identifikasi unik yang terdiri atas 12 digit angka. Identitas tersebut dicocokkan dengan sidik jari, retina mata, dan foto wajah. Mirip dengan e-KTP di Indonesia.
Namun, dua program yang mirip itu berjalan berlainan arah. Dalam 270 hari atau Juni 2011, Aadhaar sudah bisa menjangkau 10 juta penduduk India. Lalu, 1 April 2016, Aadhaar mengguratkan tinta emas sejarah saat berhasil menjangkau 1 miliar penduduk India.
Hasilnya, Aadhaar pun sukses membuka akses penduduk India terhadap pelayanan sosial, pelayanan kesehatan, hingga pembukaan rekening bank. Sampai pertengahan 2016, sudah lebih dari 250 juta rekening bank yang terhubung dengan sistem Aadhaar.
Bukan hanya itu. Menurut riset Bank Dunia, Aadhaar diperkirakan bisa menghasilkan penghematan biaya hingga USD 1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun. Itu dicapai melalui pengurangan fraud dan peningkatan efisiensi birokrasi pemerintah India.
Nah, bagaimana dengan e-KTP yang pilot project-nya dimulai pada 2009? Kita semua tahu, hingga kini belum juga tuntas. Korupsi dan berbelitnya birokrasi membuat program tersebut karut-marut.
Tetapi, bukan hanya karut-marut itu yang menjadi pil pahit yang harus kita telan. Melainkan kehebohan dan kegaduhan politik yang bakal menguras energi. Simak saja omongan Ketua KPK Agus Rahardjo pekan lalu. ’’Mudah-mudahan tidak ada guncangan politik yang besar ya karena nama yang akan disebutkan memang banyak sekali. Kalau Anda mendengarkan dakwaan dibacakan, Anda akan sangat terkejut.’’
Dua kalimat itu seolah menjadi pemanasan bahwa sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Kamis (9/3) bakal benar-benar panas. Di kalangan wartawan, sudah beredar nama-nama yang kabarnya bakal tersangkut kasus e-KTP. Mereka memang ’’nama-nama besar’’ yang sering muncul          di panggung politik nasional.
Tentu, kita berharap kasus-kasus hukum yang jelas-jelas merugikan keuangan negara tersebut bisa diusut tuntas. Namun, jangan sampai hal itu memicu kegaduhan politik, saling sandera kepentingan, hingga menguras energi seantero negeri.
Pada saat seperti ini, pemerintah harus berfokus pada misi yang lebih besar: menggenjot pertumbuhan ekonomi, mengentaskan kemiskinan, dan memeratakan kesejahteraan.


BUKIT MOKO DAN KAMI BEREMPAT

ANTARA BUKIT MOKO DAN KAMI BEREMPAT

Keindahan Bukit Moko At Night Bukit Moko atau yang lebih dikenal dengan caringin tilu (CARTIL) terletak di Desa Cimenyan (Cimenyan), Bandung, Jawa Barat adalah salah satu puncak tertinggi di kota bandung yang sangat cocok untuk melihat keindahan landscape kota bandung dari sisi yang berbeda, kita bisa menyaksikan pemandangan 180 derajat dari ketinggian sekitar 1500 dpl (diatas permukaan laut), sejauh mata memandang terlihat cekungan kota bandung terlihat hamparan ladang dan bukit nan indah mendamaikan perasaan dan menyejukan hati. 
Saya dan ketiga kakak saya memutuskan untuk touchdown langsung ke Bukit  Moko karena sudah lama kami penasaran dengan tempat yang konon katanya sangat sangat menakjubkan ini. Kami bertiga memutuskan berangkat dari Buah Batu pada pukul 02.00 dini hari. Sebelum melakukan perjalanan kesana, kami berempat sahur on the road terlebih dahulu. Setelah selesai sahur on the road, kami memulai petualangan dini hari untuk mengejar Sunrise diatas Bukit Moko. Perjalanan cukup panjang dari tempat kami menginap, membutuhkan waktu 2jam untuk sampai di Bukit Moko ditambah kami semua baru pertama kali ke tempat tersebut. Untuk menuju lokasi tersebut pertama kami bisa meminta petunjuk arah dengan memanfaatkan aplikasi Google Maps dengan mengetikan kata kunci “Bukit Moko Desa Cimenyan” setelah mendapatkan lokasi kami bisa langsung menuju lokasi sebagai acuan untuk dapat sampai ke Bukit Moko, saya sarankan untuk tidak menggunakan mobil sedan dan pastikan kondisi mobil prima untuk acuan yang paling mudah anda harus belok kiri sebelum terminal cicahem bandung tepatnya desa padasuka ada plang Saung Angklung Udjo di pinggir jalan raya, Jika sudah memasuki gerbang utama Desa Padasuka lanjutkan perjalananmu, nanti kamu akan melewati tempat wisata Saung Angklung Udjo. Dari sini perjalanan masih jauh sekitar 8 Km  lagi menuju bukit moko dengan kontur jalan yang semakin sempit dan menanjak. Sebelum mencapai puncak kamu akan melewati cafe “Dapur Caringin Tilu arahkan kendaraan kamu menuju Desa Padasuka lalu Cartil/Caringin Tilu.
Setelah sampai di Bukit Moko, saya heran kenapa orang orang suka dengan tempat yang menurut saya biasa saja seperti ini. Hanya terlihat pedesaan kecil dan jalan menanjak yang cukup tinggi menurut saya. Saya pikir ini sudah finish sampai ke tempat tujuan. Ternyata... perjalanan belum usai, kami harus memarkirkan mobil di bawah dan kami harus berjalan ke jalan yang cukup menanjak tadi. Setelah sampai diatas kami semua terpesona dengan pemandangan Bukit Moko pada pukul 4.30 pagi. Diatas Bukit Moko saya bisa melihat kerlap kerlip lampu seluruh Kota Bandung. Disana juga terdapat beberapa saung yang bisa untuk sekedar nongkrong dan ngopi. Didepan mata saya bisa melihat hutan pinus yang sangat indah dan dibawah bukit terdapat sawah berbentuk terasiring. Jika kalian ingin ke Bukit Moko saya menyarankan untuk memakai jaket tebal dan memakai kaos kaki karena suhu udara disana sangat sangat dingin, bahkan mulut bisa mengeluarkan uap seperti diluar negri ketika musim dingin tiba.
Setelah matahari mulai muncul sedikit demi sedikit, Bukit Moko terlihat semakin jelas keindahannya. Hutan pinus didepan mata saya terlihat sangat bagus karena baru terlihat ada rumah kayu ditengah hutan pinus tersebut. Rumah kayu tersebut terlihat sangat lucu. Kami  memutuskan untuk naik ke atas hutan pinus. Kami harus membayar tarif masuk untuk menjelajah hutan pinus tersebut. Tarif masuk tersebut cukup 10.000 rupiah saja. Kami menyempatkan untuk berfoto foto cukup lama sebelum kecapekan berjalan. Hutan pinus disana cukup licin dan jalan menanjak tak beraturan. Tetapi itu semua tidak menyurutkan semangat kami. Kami tetap menikmati pemandangan di dalam hutan pinus dengan lantunan suara serangga serangga bersautan.

Pada pukul 08.00 kami akhirnya menyerah dan berniat untuk turun dan istirahat. Karena kami semua sudah puas dengan keindahan Bukit Moko, kami memutuskan untuk kembali pulang ke Buah Batu. Kami sangat bahagia bisa menikmati salah satu liburan kami di Bukit Moko. Kami  bisa menemukan pemandangan yang sebelumnya belum pernah kami temukan. Terimakasih Bukit Moko sudah memberikan pengalaman indah kepada kami semua. 






Senin, 03 Juli 2017

ARUS BALIK LEBARAN 2017 DI SURAKARTA LANCAR JAYA


Prediksi macet parah kendaraan arus balik yang melewati Kota Surakarta siang ini tidak terbukti. Hal itu terlihat dari kondisi lalu lintas di kota kecil ini terbilang ramai lancar.

Berdasarkan pantauan DISHUB Surakarta, lalu lintas dikawasan Manahan ke arah Kota, Kerten ke arah Sumber, Colomadu ke arah Boyolali, Boyolali ke arah Semarang, Ringroad Mojosongo ke arah Sragen terpantau lumayan lancar.

Salah satu petugas DISHUB kota Surakarta, Jawa Tengah, Supriyanto mengatakan baik yang mengarah menuju Surabaya, Yogyakarta dan Semarang via Surakarta terbilang lancar. Meski kemaren sempat terjadi kemacetan di beberapa titik menuju arah keluar dari kota Surakarta. Hanya saja dari arah Kleco sampai dengan Kerten terpantau sedikit ada kemacetan karena merupakan wilayah perbelanjaan.

“Mungkin puncaknya yang hari Jumat-Sabtu kemarin, selepas itu pergerakan kendaraan terbilang ramai tapi masih lancar” ujar dia saat ditemui, Minggu (2/7/2017) siang.

“Enggak terbukti prediksi macet total, malah mulai jam tujuh malam kemarin kendaraan boleh dibilang lancar tanpa hambatan, padahal biasanya mulai padat seperti tahun kemarin” tambah dia lagi.


Supriyanto menilai, meskipun ancaman kemacetan panjang masih mengintai, namun banyaknya titik singgah seperti wisata kuliner dan belanja oleh oleh di Kota Solo memberikan banyak pilihan bagi pemudik untuk rehat meninggalkan kemacetan.



Tidak ada sumbatan kendaraan yang terjadi. Bahkan jalur yang biasanya macet karena wilayah pertokoan terbilang ramai lancar, padahal pada hari Kamis Kota Surakarta terbilang cukup padat.

Selasa, 16 Mei 2017

PROFIL SEORANG WIRAUSAHA

LEGOWO DALAM MENGHADAPI LIKA LIKU KEHIDUPAN


OLEH : PRAMESTI RIZKI ASTARIANTI


Mrahanto lahir pada Agustus 55 tahun silam di Boyolali kota yang terkenal dengan susu sapi di Jawa Tengah. Beliau lahir dari kalangan keluarga berada pada saat itu keluarganya mempunyai ternak sapi dan kuda dan ayahnya (Alm. Noyo Miyanto) yang terkenal dengan seorang petani dan “Jagal Jaran” pada masa tersebut. Mrahanto adalah anak ke 3 dari 7 bersaudara yang terdiri dari 2 anak perempuan dan 5 anak laki laki. Mas Kenthut adalah sapaan akrabnya dirumah dan lingkungan sekitar. Dari kecil, beliau suka membantu orang tua dan sangat menyayangi saudara saudaranya serta beliau pandai bergaul sehingga memiliki banyak teman.
Beliau mengenyam bangku Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas di kota Boyolali, lalu setelah lulus SMA beliau menjadi orang paling beruntung karena bisa diterima di Universitas Gadjah Mada di Fakultas Hukum. Suatu hal yang sangat membanggakan bagi seorang anak petani dan wirausaha pada saat itu. Namun, dari kecil beliau mempunyai semboyan bahwa dia lebih baik jadi wiraswasta daripada bisa jadi pegawai kantoran tetapi dengan cara memberi sogokan kepada perusahaan agar beliau bisa diterima kerja.
Setelah lulus kuliah sebagai Sarjana Hukum, sambil cari cari kerja beliau bergabung dengan klub musik keroncong “Tak Kusangka” sebagai pemukul Drum. Dari kecil memang beliau suka latihan musik dengan teman teman sedesanya. Karena klub musiknya berjaya pada tahun 90an, Mas Kenthut seperti terbuai oleh job-job yang terus menerus sehingga beliau menjadi lupa akan karier nya dan malas cari kerja. Beliau pernah ditawari pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil tetapi beliau harus menyiapkan uang sekian juta untuk bisa diterima menjadi pegawai tersebut. Hal ini membuat dia kembali menerapkan semboyannya itu dan dia memilih untuk tidak menerima tawaran tersebut. Namun, setelah dia menolak tawaran tersebut, beliau mendapatkan pekerjaan sebagai Dosen di Perguruan Tinggi Swasta di Kota Solo sekitar 2tahun.
Kesabaran, cinta, kasih sayang dan perhatiannya terhadap orang tua dan saudara saudaranya menyebabkan dia tidak memikirkan dirinya sendiri. Keempat adiknya dihantarkan sampai menikah, sehingga beliau menikah paling akhir. Pernikahannya itupun melalui perjodohan dengan keponakan Pakde dari Mas Kenthut sendiri. Beliau menikah pada tahun 1998 dengan istrinya Ida Sofyani yang saat itu baru saja lulus dari Fakultas Ekonomi di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kebetulan istrinya Mas Kenthut ini dibesarkan dari keluarga yang mempunyai usaha Kios Beras di Pasar Kartasura. Setelah orang tua nya Mbak Ida meninggal, Mas Kenthut dan Mbak ida meneruskan usaha Kios Beras tersebut.
Pada tahun 1999 dan tahun 2003, lahirlah anak perempuan dari rahim Mbak Ida. Mempunyai dua orang anak membuat Mas kenthut semakin giat untuk mengelola usahanya tersebut. Beliau juga sempat bekerja di sebuah Percetakan Buku “Sahabat” di kota Klaten. Tetapi, bekerja di percetakan hanya berlangsung selama 4tahun saja. Menjadi wirausaha beliau mengalami jatuh bangun. Disaat yang bersamaan ketika beliau keluar dari percetakannya tersebut, kios berasnya juga mengalami gulung tikar. Sampai pada akhirnya beliau menjual kios tersebut dan memulai usaha baru di rumahnya yang terletak di Kartasura sebagai pengusaha “Emping Beras” atau yang biasa kita kenal dengan kerupuk karak.
Gelombang perkonomian yang menyebabkan beliau jatuh bangun untuk kedua kalinya tidak membuat beliau menyerah dalam mencari sesuap nasi. Kesabaran, kejujuran dan rasa nrimo ing pandum yang menjadikan beliau hidup dengan penuh kesederhanaan dan mempunyai rasa syukur. Beliau tetap menjadi ayah yang bertanggung jawab. Sehingga pada saat ini, beliau menjadi sopir pribadi seorang dokter dan juga menjadi sopir panggilan bagi siapa pun yang membutuhkan saat beliau longgar.
Mas Kenthut tetap menjadi orang yang bersahaja sampai saat ini beliau masih menjadi orang yang tidak pernah berubah. Beliau tetap menjadi orang yang sangat ramah kepada siapapun, tetap membantu orang yang kesusahan walaupun dia juga sedang dalam keadaan susah. Beliau tetap tersenyum dan tetap humoris seperti dahulu kala.


Sabtu, 13 Mei 2017

MENGANALISIS FEATURE BIOGRAFI

HALLO! kali ini aku akan memberi tau ke kalian semua contoh menganalisis feature biografi seseorang. Yuk, langsung aja..






Tukang parkir, profesi yang hanya di pandang rendah oleh sebagian orang. Namun tidak banyak orang mengira bahwa menjadi seorang tukang parkir adalah pekerjaan yang mulia. Itulah profesi yang sampai saat ini masih dijalani Ngatiman. Ayah dari satu orang anak ini sudah 12 tahun menjadi tukan parkir di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Pekerjaan kecil yang sehari-hari dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab yang besar tidak membuat Ngatiman berkecil hati.

Lelaki kelahiran Sidokarto ini setiap bulanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp 1.000.000. Walau dengan gaji yang cukup kecil itu, Ngatiman tetap menerimanya dengan penuh rasa syukur. Ia selalu menganggap bahwa ‘’Apabila pekerjaan selalu dijalani dengan ikhlas, maka akan menjadi berkah’’. Dengan hadirnya seorang anak dalam keluarga sederhananya, Ngatiman semakin merasa bertambahnya beban yang harus dipikulnya. Anak yang Ngatiman masih kecil perlu dipenuhi segala kebutuhannya. Dengan kondisi ekonomi seperti ini, Ngatiman berusaha dengan baik mengatur pengeluaran yang diperlukan keluarganya.

Selain karena panggilan, alasan lain mengapa Ngatiman memilih bekerja sebagai tukang parkir adalah, karena tidak ada pekerjaan lain yang sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikannya. Sekali lagi Ngatiman tetap bersyukur, di kota besar seperti Yogyakarta masih banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan, bahkan bergantung hidup dengan orang lain. Ayah dari satu orang anak ini tetap merekahkan senyum sembari menjalani pekerjaanya.

Semua pekerjaan pasti ada hambatannya, hal itu juga sering dialami Ngatiman. Menjalani profesi sebagai tukang parkir  tidak membuat Ngatiman terbebas dari berbagai hambatan dan masalah. Terkadang ada beberapa Mahasiswa yang susah diatur untuk merapikan kendaraanya. Padahal itu semua adalah untuk kenyamanan bersama. Dengan senyum khasnya, Ngatiman terus bersabar menghadapi segala hambatan yang ia yakini sebagai ujian dalam pekerjaan yang sedang dijalaninya itu.

Jika ada waktu luang, Ngatiman menggunakannya dengan sebaik-baiknya untuk membaca Al-Qur’an. Ia tidak ingin ketinggalan dalam berburu amal untuk bekal di Akhirat kelak. Walau Ia miskin harta di Dunia, Ia tidak ingin miskin di Akhirat kelak. Ia selalu ingin menjalani hari demi hari menjadi semakin lebih baik. Di usianya yang ke 39, Ngatiman semakin sadar bahwa umur semakin habis dimakan waktu. Kapan lagi banyak-banyak melakukan ibadah, kalu bukan sekarang ? karena mati seseorang hanya Allah yang menentukan.

Menjadi tukang parkir dijalani ngatiman mulai tahun 2000. Tukang parkir yang selalu mengenakan peci ini banyak dikenal Mahasiswa, baik karena penampilannya yang khas, maupun sikap ceria dan penuh semangatnya itu. Inilah yang membuat Ngatiman disegani oleh banyak orang.
Tag : Contoh Feature Biografi

Sumber : http://remajasampit.blogspot.co.id/2012/12/contoh-feature-biografi.html





MENGANALISIS FEATURE DENGAN 5W+1H

WHAT : Tukang parkir yang berhati mulia
WHO : Ngatiman
WHERE : UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA
WHEN : mulai tahun 2000 sampai saat ini
WHY : karena panggilan, alasan lain mengapa Ngatiman memilih bekerja sebagai tukang parkir adalah, karena tidak ada pekerjaan lain yang sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikannya.
HOW : Ngatiman menjalani pekerjaannyan dengan penuh rasa tanggung jawab dan semangat dan dia tetap merasa bersyukur.
Jenis lead dalam feature diatas adalah DESCRIPTIVE LEAD

Jenis feature diatas adalah FEATURE BIOGRAFI


nahhhhh diatas tadi adalah contoh menganalisis feature yaa teman teman, Semoga bermanfaat :)

Minggu, 16 April 2017

ALL ABOUT MOVIE "STATE OF PLAY"

REVIEW FILM STATE OF PLAY

State of Play adalah film tentang seorang wartawan/jurnalis yang memiliki misi menguak skandal kematian seorang wanita (Sonia Baker)  yang merupakan asisten dari seorang anggota kongres di Amerika dari kubu Republik (Stephen Collins). Film ini memancing adrenalin penonton dengan alur cerita yang tegang dan membuat emosi penonton ikut larut ke dalam ide ceritanya. Di sini penonton dapat melihat bagaimana kredibilitas seorang jurnalis diterapkan oleh sang tokoh utama, Cal Mc Gafrey, wartawan dari Washington Globe.

Pada awalnya, kisah dalam film ini bermula ketika Sonia Baker meninggal tanpa penyebab yang jelas. Karena kasus ini menyangkut seorang asisten anggota kongres, media segera menyebarkan berita yang simpang siur atau berita yang subjektif berdasarkan redaksi. Banyak media mengungkapkan bahwa Sonia Baker meninggal karena bunuh diri.

Pada awalnya media-media tidak mengetahui latar belakang dari kasus kematian Sonia Baker, yakni adanya hubungan gelap antara Stephen Collins dengan Sonia baker, namun Cal Mc Gafrey  mencoba mengurai segala sesuatu yang berkaitan dengan proses kematian Sonia Baker. Cal menggunakan berbagai cara untuk memperoleh data yang akurat dan objektif mengenai kronologi yang sesungguhnya di balik kematian Sonia Baker.

Cal menguraikan beberapa fakta mengenai hubungan Collins dengan Sonia ketika Collins meminta bantuan kepadanya untuk memperbaiki citranya sebagai anggota kongres, kebetulan Cal adalah sahabat Collins ketika ia masih berada di bangku kuliah. Pada kesempatan inilah Cal mengorek segala informasi dari Collins.  Collins mencoba meyakinkan Cal bahwa Sonia tidak mati bunuh diri, karena pada pagi hari sebelum Sonia meninggal, Collins masih melakukan video call dengan Sonia. 

Untuk membantunya mengurai kasus ini, Cal meminta bantuan kepada seorang penulis artikel bernama Della Frye. Cal dan Della segera memburu data dari sekian banyak informasi yang mereka terima dari orang-orang yang mengenal Sonia Baker (Dominic Foy).  Akhirnya mereka dapat mengetahui bahwa Sonia Baker berkerja pada Point Corp yang merupakan pesaing dari anggota kongres. Sonia ditugaskan untuk mencari informasi dari Stephen Collins yang merupakan “musuh” dari Point Corp. Point Corp dikenal sebagai kelompok yang tidak segan untuk melakukan segala sesuatu untuk kepentingan intern sekalipun itu harus membunuh seseorang. Selain itu, Cal dapat mengetahui bahwa Sonia mengandung anak hasil hubungan gelapnya dengan Collins.

Dari sekian banyak informasi, Cal dapat mengambil kesimpulan bahwa Sonia dibunuh oleh seorang anggota Point Corp. Kesimpulan itu diambil berdasarkan analisis bahwa Sonia tidak lagi dapat diandalkan oleh Point Corpuntuk mencari informasi mengenai Stephen Collins. Namun secara tidak diduga kesimpulan itu runtuh karena ternyata dapat dibuktikan bahwa Collinslah yang membunuh Sonia. Dengan mengikuti nuraninya sebagai seorang jurnalis, Cal segera menulis artikel mengenai kronologi sesungguhnya yang terjadi di balik kematian Sonia Baker sekalipun ia harus mengorbankan hubungan persahabatannya dengan Collins.

Di sinilah sebenarnya inti dari cerita State of Play bahwa kemerdekaan seorang jurnalis terletak pada keberaniannya mengambil pilihan dalam sebuah dilemma, ketika ia dihadapkan pada sebuah kenyataan antara relasi personalnya dengan kewajibannya kepada masyarakat luas. Cal telah menunjukkan bahwa nuraninya berbicara pada sebuah kebenaran yang harus dipublikasikan kepada khalayak umum ketimbang ia harus menjadi seorang yang munafik.

Dari sekian banyak hal yang menguras emosi dalam hal jurnalistik, film ini juga menampilkan sisi lain dari kehidupan yang tidak patut untuk dicontoh. Selain adanya hubungan gelap antara Collins dengan Sonia, Cal pun juga melakukan hubungan gelap dengan istri Collins, yakni Annie. Sisi lain inilah yang harus dipandang dengan paradigma berbeda pula, di mana sebuah relasi akan tercipta ketika secara tidak sadar manusia melangkah ke arah yang bersebrangan dengan nalurinya. Sebagai manusia, kita sepatutnya dapat memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk untuk diri kita sendiri. Jangan sampai kita terjebak pada sebuah realitas yang menawarkan kebahagiaan semu tanpa memandang sekeliling kita.
  

Berikut ini saya akan memberi informasi tentang adegan adegan di film STATE OF PLAY yang mengimplementasikan dalam 9 elemen jurnalisme :

 ADEGAN YANG TERMASUK KE DALAM ELEMEN JURNALISME

1.      Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran.
·         Saat Cal datang ke TKP menemui polisi dan menanyakan korban penembakan dan siapa penembaknya.
·         Saat Della mancari informasi dengan menemui salah satu polisi untuk meminta rekaman cctv tapi tidak menghasilkan apapun.
2.      Loyalitas pertama jurnalisme adalah kepada warga (citizens).
·         Saat adegan setelah kematian Sonia Baker, diceritakan bahwa seluruh stasiun tv memberitakan bahwa Sonia Baker bunuh diri.
3.      Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi
·         Sejak awal, Cal dan Della mencari tau tentang berita mengenai penembakan yang terjadi kepada pencuri koper dan pengantar pizza, serta pada kematian Sonia Baker
4.      Jurnalis harus menjaga independensi dari obyek liputannya.
·         Cal berusaha mencari sumber berita dari orang terkait tanpa membela siapapun.
5.      Jurnalis harus bertindak sebagai pemantau   independen terhadap kekuasaan kekuasaan.
·         Ketika Cal datang ke apartemen Robert untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.
·         Della mencari tau rekaman cctv dan menemukan ada Robert di dalam rekaman tersebut.
·         Cal basa basi menemui seseorang di cafe yang mengenal Sonia Baker lalu kemudian Cal membawanya ke sebuah hotel untuk menggali informasi.
6.      Jurnalisme harus menyediakan forum bagi publik untuk komentar, kritik, dan kompromi publik.
·         Setelah berita kematian Sonia Baker, Stephen mengumumkan kematian Sonia dengan menangis, lalu publik mengomentari sikap Stephen tersebut dan melontarkan beberapa kritikan.
7.      Jurnalis harus berusaha membuat hal penting menjadi menarik dan relevan.
·         Saat keduanya memberitakan tentang pointcorp.
8.      Jurnalis harus menjaga agar beritanya komprehensif dan proporsional.
·         Cal membuat  berita di adegan terakhir, ia memberitakan kebenaran dari semuanya.
9.      Jurnalis memiliki kewajiban untuk mengikuti hati nurani mereka

·         Cal menemukan sedikit keganjalan, lalu dia segera bergegas untuk menemui Stephen

Sabtu, 01 April 2017

Plagiarisme yang dilakukan oleh Jurnalis Media Online

Disini, saya akan mempublikasikan contoh kasus pelanggaran kode etik jurnalistik, berikut kutipannya.

                      Plagiarisme yang dilakukan oleh Jurnalis Media Online

MEDAN - Plagiarisme atau penjiplakan karya tidak hanya dilakukan di dunia pendidikan. Di dunia jurnalistik, penjiplakan karya juga marak dilakukan oleh sesama jurnalis. Penjiplakan karya sesungguhnya dapat dijerat dengan undang-undang dengan ancaman pidana serta perdata.
Arfi Bambani, Staf Divisi Etik dan Pengembangan Profesi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, mengatakan banyaknya kasus penjiplakan karya jurnalistik mengindikasikan penurunan kualitas jurnalis dan tidak adanya penerapan hukum yang tegas.
Penjiplakan, kata dia, tidak lagi berada di ranah kode etik jurnalistik. Kasus penjiplakan yang dilakukan oleh jurnalis sudah memasuki ranah hukum untuk diselesaikan.
"Plagiat itu statusnya sudah diatas kode etik, kasus hukum. Secara hukum saja sudah salah, apalagi secara etik," ujarnya kepada Bisnis, Senin (3/2/2013).
Menurutnya, karya jurnalistik dijamin dalam Undang-Undang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Nomor 12/2002. Dalam undang-undang tersebut, pengertian hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam kaitan hak cipta ini, lanjutnya, Indonesia telah menjadi anggota berbagai konvensi/perjanjian internasional di bidang Hak Kekayaan Intelektual dan Hak Cipta yang memerlukan pengejawantahan lebih lanjut dalam sistem hukum, termasuk di bidang penyiaran.
Dia menambahkan, berdasarkan kode etik Aji nomor 14, menyebutkan seorang jurnalis dilarang menjiplak. Karya tulis seseorang kekuatannya sama seperti karya lagu. Pengutipan fakta dari sebuah karya tulis harus dicantumkan  siapa penulisnya dan media apa jika itu karya yang dipublikasikan sebuah media massa.
"Pelanggaran bisa secara pidana dan perdata, pidana nanti juncto ke KUHP," kata dia.
Di Australia, dia mencontohkan, terdapat Australian Journalists Associations atau asosiasi wartawan Australia yang memiliki divisi khusus untuk mencatat tulisan-tulisan anggotanya yang diplagiat atau dikutip, nantinya akan ada surat tagihan kepada media yang telah mengutip karya tersebut.
"Kalau di Indonesia, prosedurnya pertama somasi dulu, kemudian meminta maaf dan membayar kompensasi. Jika tidak mau, harus lapor ke polisi," tegasnya.
Kasus plagiat yang terjadi di situs resmi Bisnis Indonesia Sumatra (www.bisnis-sumatra.com) telah dikutip dan dijiplak secara keseluruhan oleh sebuah media online tanpa menyebutkan sumber berita dan nama jurnalis sebagai pemilik karya. Hal tersebut diduga telah dilakukan bebeberapa waktu terakhir.
Berikut beberapa artikel yang dijiplak :
1. http://liputanbisnis.com/2013/05/29/bei-bidik-3-perusahaan-sumut-jual-saham-ke-pasar-modal/
2. http://liputanbisnis.com/2013/05/29/hajatan-ipo-coffindo-masih-dikaji/
3. http://liputanbisnis.com/2013/05/29/hipmi-sumut-dorong-pengusaha-daftar-di-pasar-saham/
4. http://liputanbisnis.com/2013/05/29/hipmi-sumut-krisis-gas-di-sumut-sudah-ancam-industri/
5. http://liputanbisnis.com/2013/05/29/pengusaha-sumut-lega-pertamina-tambah-pasokan-gas/
6. http://liputanbisnis.com/2013/05/29/hipmi-sumut-krisis-gas-di-sumut-sudah-ancam-industri/
(jibi/ija)

sumber: http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://etika-profesiteknologi.blogspot.com/2015_05_01_archive.html